Archive for Mei, 2011


Jangan pernah meremehkan suasana hati anda sebab kalau hati sedang dalam kondisi buruk, bisa merusak kesehatan bahkan bisa berakibat pada kematian, berdasarkan penelitian dari Dr. Ghanshyam Pandey dari University of Illinois, Chichago, belum lama ini kasus memburuknya kesehatan & mempercepat kematian ditengah masyarakat karena dipicu oleh suasana hati yang buruk.

Kondisi memburuknya suasana hati disebabkan banyak faktor, diantaranya putus asa, patah semangat secara sekilas tidak berbahaya namun bisa berakibat fatal. Gangguan umum yang berkaitan dengan suasana hati yang memburuk dalam beberapa bentuk seperti gangguan tidur, gangguan pada kulit, gangguan pada perut, tekanan darah, pilek, migran, sakit kepala yang disertai dengan mual dan gangguan penglihatan, sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung dan membengkakan otak.

Tentu saja tidak semua jenis penyakit itu  berkaitan dengan suasana hati namun secara alamiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan kesehatan semacam itu lebih disebabkan faktor kejiwaan.

Putus asa, kekecewaan, depresi dan berbagai jenis penyakit yang menimpa banyak orang adalah suasana hati yang selalu diliputi oleh kekhawatiran akibat perasaan seperti cemas, takut, merasa tidak aman, ledakan emosional yang berlebihan dan berbagai tekanan yang merusak keseimbangan tubuh.

Ketika seseorang mendapatkan tekanan atau beban diluar batas kesanggupan dirinya, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan bunyi sirine sebagai tanda bahaya  sehingga memicu reaksi biokimia didalam tubuh, kadar andrenalin meningkat, reaksi tubuh meninggi, gula, kolesterol dan asam lemak bergerak ke dalam aliran darah, tekanan darah menjadi meningkat dan denyut jantung berdetak kencang. Glukosa berjalan menuju otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini membuat tubuh memburuk.

Oleh karena itu janganlah meremehkan suasana hati anda karena suasana hati yang memburuk mengubah fungsi-fungsi normal di dalam tubuh. Hal itu bisa berakibat fatal pada kesehatan tubuh anda. Dampak negatifnya meningkatnya andrenalin dan kolesterol diatas ambang batas normal dalam rentang waktu yang cukup lama seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding pencernaan, penyakit pernapasan, eksim, psoriasis bahkan berdampak terbunuhnya sel-sel otak.

Semua perubahan yang terjadi pada tubuh dari keadaan yang semula sehat ke kondisi sakit disebut sebagai penyimpangan citra tubuh atau ‘Distortion of body image’ adalah dampak dari suasana hati yang memburuk yang menyerang kondisi kesehatan tubuh.

Maka disinilah pentingnya arti ketenteraman hati bukan hanya membuat nyaman namun juga membuat tubuh anda menjadi sehat. Ketenteraman hati anda hanya bisa anda dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah, semakin dekat anda kepada Allah dengan selalu mengingatNya maka semakin mudah hati anda menjadi tenteram. ‘Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.’ (QS. Ar-Raad 28).

Iklan

“proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemiliharaan dari kesetiaan, tetapi buka pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita meminta motovasi mencari perhatiian, pertolongan dan penyataan kasih dari orang lain, tetapi justru berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan sahabatnya”

Percakapan Ratih dan Wulan By Phone :

Ratih               : Hallo, Lan ngapain Loe

Wulan             : Biasalah, ngapain lagi kalau ga kejar setoral artikel buat majalah

Ratih               : Udah malem juga, kerja mulu,,eee btw gw mau minta tolong nich, bisa ga kira-kira?

Wulan             : Ya ngapain dulu,,,,

Ratih               : Gw mau ke daerah X, setau gw, lw hafal deh daerah itu.

Wulan             : Oooo,,,ia gw ngerti,,ya udah, kapan mau ke sana?

Ratih               : Besok, bisa ga?

Wulan             : ehhhmmmmm, besok yach, ya udah dh, terus gimana, loe yang ke rumah gw apa kita janjian di tempat biasa?

Ratih               : Janjian aja, jadi loe juga ga perlu jemput gw ke rumah, gimana?

Wulan             : ooooo ya wis, berari gw bawa help dua yach, apa lw mau bawa help sendiri?

Ratih               : Ngaco loe ya, gw suruh nenteng-nenteng help dari rumah, naik angkot pula, loe aja bawa.

Wulan             : Ya udah gw bawa,,,klo gitu gw tak nyelesein kerjaan gw dulu yach, biar cepet selesai dan besok bisa dengan tenang jalansama lw.

Ratih               : Oke dh, makasih ya Lan, wasalam.

Tanpa menjawab salam dari Ratih, Wulan langsung menutup telpnya dan kembali melanjutkan pekerjaanya, dan ia sampai rela tidak tidur, untuk menyelesaikan pekerjaanya oitu, supaya bisa mengantarkan Ratih.

Di sini wulan tidak ingin mengecewakan Ratih, dan ia berpikir kalau bukan dirinya siapa lagi yang bisa bantu Ratih. Dalam benaknya wulan berpikir “Gw ngelakuin ini bukan untuk Ratih, tapi untuk diri gw sendiri, sewaktu-waktu gw minta tolong diantar ke daerah yang gag w tau tapii dia tau, kan bisa lebih enak”

Hari yang dinanti pun tiba, mereka bertemu di tempat yang mereka bisa janjian. Hari ini Wulan dengan sabar mengantar dan menemani Ratih ke tempat yang Ratih mau. Setelah mendapatkan apa yang Ratih mau mereka pun pulang dan Wulan mengantarnya ke rumahnya. Karena kondisi sudah malam dan hujan, Wulan pun akhirnya menginap di rumah Rahit.

Selang beberapa hari Ratih kembali minta tolong Wulan untuk menemaninya, karena pikiran dia sedang kalut. Tanpa diminta Wulan pun sebenarnya selalu ada ketika Ratih dalam kondisi apapun, tapi tidak terjadi sebaliknya.

Suatu hari Wulan sangat membutuhkan bantuan Ratih, karena Wulan tidak mengetahui daerah Y, dan Ratih sangat hafal daerah tersebut. Akhirnya Wulan pun memberanikan diri untuk menghubungi Ratih dan minta tolong untuk mengantarnya. Namun tanpa alasan yang jelas, Ratih menolak untuk mengantarkan Wulan.

Saat itu perasaan Wulan sempat kesal, namun tidak dia utarakan.

Ia pun sempat mengingat-ingat kembali ketika Ratih sedang minta tolong, ia selalu siap.

“perasaan gw klo dia minta anterin kemana-mana, gw hayooo aja, bisa aja gw, biar kata gw lagi sibuk ya gw anterin, biar dia ga kecewa sama gw, skr giliran gw lagi butuh bantuan dia malah dia ga mau nganter, tapi ya sudahlah, mungkin dia lagi sibuk kali”

Wulanpun akhirnya pergi sendiri ke tempat itu, karena dia sudah ada janji sama orang lain untuk membahas masalah pekerjaan yang sedagn Wulan tekunin, dan saat itu ada seseorang yang meminta bantuan Wulan untuk kerjasama.

Dengan niat semua karena Allah SWT, Wulan pun dengan PD dan bismilah pergi ke tempat itu sendiri, walhasil ia sempat nyasar kemana-mana. Sampai akhirnya ia menghampiri polisi yagn sedang berjaga, dan memintanya untuk menunjukkan jalan untuk menuju ke tempat tersebut.

Dari kejadian itu, Wulan pun tidak lantas membenci Ratih karena tidak bisa mengantarkannya, namun Wulan justru berterima kasih kepada Ratih, dengan dia menolaknya, akhirnya jadi mengetahui daerah Y, Dan berusaha untuk selalu berpikir positif.

Pesan yang bisa di ambil dari kejadia tersebut adalah, janganlah kita merasa berjasa kepada orang lain atas apa yang telah kita lakukan, karena ketika kita sedang menolong orang lain, sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri. Lakukan semuanya karena Allah SWT, itu akan jauh lebih bisa menenangkan diri kita.

Jangan terlalu cepat mengambil keputusan dalam kondisi kecewa, ketika kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dari orang lain. karena mungkin ketika dia tidak bisa menolong kita, dia sedang dalam keadaan yang kurang bagus, entah kondisi fisiknya (kurang sehat), sedang ada kerjaan, atau sedang tidak ingin di ganggu. Lakukan dan berikan apa yang orang lain butuhkan/minta dari kita, itu jauh akan lebih baik, dari pada kita menghabiskan energi kita untuk berpikir negatif ke orang itu.

Kalau melihat pengorbanan Wulan disini memang rasanya pasti kesal, dia selalu ada disaat Ratih butuh, namun Ratih malah berlaku sebaliknya.

Satu lagi, jangan melihat segi negative orang itu, lihatlah segi positifnya, No Body Perfect,,jangan sampai satu kesalah bisa menutupi seribu kebaikan, (tinta setitik bisa merusak susu sebelangah) gimana kalau kita balik SATU KEBAIKAN BISA MENUTUPI SERIBU KESALAHAN  

 

 

“ Kita tak akan pernah tau kemungkinan berartinya setiap tindakan kita bagi orang lain. Senyummu yang tulus dan tepukan di bahu mungkin bisa menarik seseorang dari tepi jurang.” -David Coleman & Carmelia Eliot

Jika seseorang merasa bahwa dirinya mendapat tekanan hingga batas ketidaksanggupan untuk dipikulnya maka semua yang ada dihadapannya menjadi hampa, ia merasa yang dilakukan tidak membawa perubahan apapun sehingga ia berputus asa.

Putus asa merupakan sifat buruk pada diri kita jika ditimpa musibah menjadi kehilangan gairah untuk hidup, kehilangan gairah untuk bekerja & beraktifitas sehari-hari, timbul perasaan sedih, merasa bersalah, lambat berpikir, menurunnya daya tahan tubuh, mudah jatuh sakit.

Karena yang ada hanyalah pandangan kosong seolah terhimpit oleh beban yang sangat berat berada dipundaknya sehingga putus asa meracuni kehidupan kita. ‘Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa dan putus harapan.’ QS. Fushilat : 49).

Ada dua faktor yang menyebabkan keputusasaan. Pertama, tekanan eksternal. tekanan eksternal adalah tantangan dan faktor utama yang mampu memancing respon dari dalam diri seseorang. Peristiwa-peristiwa konflik keluarga, kehilangan orang yang dicintai, jatuh sakit, kehilangan pekerjaan, Itulah tekanan eksternal yang mampu memicu kondisi diri kita menjadi  kecewa, marah dan putus asa.

Faktor kedua yang mengakibatkan depresi dan menjadi putus asa, kecewa, kehilangan semangat untuk menjalani kehidupan adalah bersumber di dalam diri kita sendiri yaitu lemahnya ketahanan diri.

Setiap peristiwa apapun yang menimpa kita belum tentu mengakibatkan respon yang sama karena ketahanan diri dan kualitas kesehatan jiwa masing2 individu berbeda. Bagi orang yang memiliki ketahanan diri yang kuat maka kekecewaan, marah dan putus asa dapat ditunda dalam waktu yang cukup lama sedangkan bagi mereka yang lemah ketahanan dirinya maka kekecewaan, marah dan putus asa begitu mudah muncul.

Persoalan depresi & keputusasaan sering terjadi dalam diri seorang maupun kehidupan berumah tangga yang cenderung pragmatis, materialistik dan jauh dari tuntunan agama.

Ketika harta, jabatan dan status sosial lebih menjadi tujuan utama dalam hidup, mengejar dan berjuang habis-habisan bersamaan keimanan kepada Allah sangatlah tipis maka lebih berpotensi mudah putus asa.

Putus asa  bagaikan racun yang paling keras menggerogoti sekujur tubuh dan merusak seluruh organ dalam. Penderitaan yang ditimbulkan rasa putus asa akan berkelanjutan sampai wajah anda menimbulkan kerutan-kerutan ketuaan. Sampai orang-orang disekitar kita hampir tidak mengenali anda dengan baik. wajah anda nampak lebih tua.

Lantas bagaimana cara bisa mengatasi tekanan eksternal kehidupan & menguatkan ketahanan diri? Depresi maupun tekanan eksternal dalam kehidupan sehari-hari bisa memberikan dampak positif bagi anda maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Pertama, Berhentilah untuk mengeluh, lakukanlah apa yang anda bisa lakukan. Kedua, Bersyukurlah dengan kehidupan anda yang sekarang. Ketiga, Memohonlah pertolongan Allah dengan sholat dan sabar maka hal itu memberikan kekuatan ketahanan diri anda sehingga seberat apapun tekanan eksternal, kegagalan dalam usaha, bisnis, karier dan perjuangan hidup, tidak akan membuat anda putus asa dalam mengarungi kehidupan.

Ketaqwaan anda kepada Allah yang menjadikan anda kuat dalam menghadapi tekanan kehidupan sebesar apapun sehingga bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. ‘Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusannya.’ (QS. Ath-Thalaq :  4).

Ada 4 cara Allah memberi rezeki kpd makhluk-Nya:

  • REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)

“Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan,makan,minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

  •  REZEKI TINGKAT KEDUA

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa, kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. 53: 39)
Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yg dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dpatlah hasil yg dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh2, ia akan mendapat lebih banyak. Tdk pandang dia itu muslim atau kafir.

  • REZEKI TINGKAT KETIGA

“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jka kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yg disayang Allah. Orang2 yg pandai bersyukur akan dpt merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yg lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

  • REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)

“…. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq/65:2-3)

Peringkat rezeki yg ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar2 dicintai dan dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Selamat menjemput rezeki.

Ingat 5 perkara

Dunia adalah keselamatan, masa muda adalah kesehatan, kehormatan diri adalah kesabaran, kemulliaan adalah ketaqwaan, cinta dan kasih sayang adalah kekayaan

Orang yang benar-benar sayang pada diri sendiri, maka dia tidak akan melakukan maksiat karena dia yakin pasti ada hari pembalasan

Diantara yang membuat kita dihargai orang lai, adalah karena Allah masih menutup aib, keburukan dan kekurangan kita

Saat sadar akan kesalahan, saat itulah Allah mencintai kita karena dengan kesadaran itu kita akan bertobat  dan saat itulah cinta dan ampunan Allah tercurah

Tulislah apa yang terbalik dari anda dengar, peliharalah apa yang yang terbaik dari apa yang anda tulis, sampaikanlah yang terbaik dari apa yang anda dengar