Archive for Agustus, 2011


Ketika nalar tak jernih, ‘tamparan’ seorang sahabat mungkin terasa menyakitkan. Tapi setelah nalar jernih, barulah sadar bahwa ‘tamparan’ itu sebenarnya penuh kasih.

 

Belum lama ini ada kisah dari dua orang yang sudah menjalin persahabatan (Ani dan Ana) walau belum begitu lama dan bisa dibilang baru seumur jagung, namun persahabatan itu pada awalnya berjalan mulus dan adem ayem nyaris tanpa masalah, kalaupun ada mereka langsung menyelesaikannya. Canda, tawa, susah, sedih, selalu mereka lewati berdua. Namun seketika persahabatan itu luluh lanta.

 

entah bermula dari mana permasalah itu timbul, masing-masing dari mereka menganggap dirinya lah yang menjadi korban dari permasalahan yang timbul. Ani merasa kalau semua permasalah yang timbul itu berasal dari Ana. Ani merasa tidak tenang hidupnya setelah mengenal Ana. Mendengar hal itu Ana pun sempat merasa kesal. seketika Ana terdiam dan tanpa disadari air matanya menetes. dan terus merenungi kata-kata Ani.

 

Ana merasa ia sedang mendapatkan “tamparan dari sahabat”, ia berusaha untuk tidak bisa mengedepan egonya kali ini. karena ia berpikir ketika Ani sedang marah dan dilayani dengan kemarahan, suasana akan menjadi semakin runyam. Setelah mendapatkan “tamparan” itu Ana pergi ke sebuah pantai dan menuliskan sesuatu di atas pasir “HARI INI ANI SUDAH MENAMPARKU”, salah satu temen deket Ana yang lain menanyakan hal itu, kenapa setelah kawan kamu “menampar” kamu menulisnya di pasir?

 

Ana tersenyum dan menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus untuk menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin, misalnya kebaikan-kebaikan sabahat kita.

 

walhasil “tamparan” Ani ke Ana membuat Ana lebih bisa mengendalikan sebuah emosi dan sikap egonya yang bercongkol dalam dirinya selama ini. dari sana pula Ana bisa lebih berhati-hati menjaga sikap dengan orang-orang di sekililingnya, karena tidak semua orang bisa menerima sikapnya. selain itu juga dalam sekejap Ana sudah bisa melupakan “tamparan” itu, walau mungkin Ani masih menyimpan rasa kesal dalam dirinya, yang mungkin juga sudah tidak mau berteman lagi dengan Ana.

 

Sebuah sakit hati lebih perkasa merusak, dibanding dengan jasa dan kebaikan. Mungkin ini bagian dari sifat bawaan diri kita semua. Karena itu, seseorang pernah memberitahu kepada PENULIS apa yang harus dilakukan ketika disakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu.

 

ya intinya kita harus bisa melihat apa yang kita terima saat ini. mungkin disadari atau tidak disadari

Bisa jadi sakit hati karena kesalahan kita sendiri karena salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudnya sebagai gurauan atau candaan.

 

Karena itu seorang guru telah mengajarkan untuk ‘menyerahkan’ sakit itu kepada TUHAN -yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita- dengan membaca doa, “Ya Allah, balaslah kebaikan-kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan kebaikan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami.” Amin…..

 

Dan Rasulullah pernah berkata, “Tiga hal di antara akhlak ahli surga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu”.

 

MARILAH KITA BERSAMA-SAMA BELAJAR MENATA HATI DAN JIWA UNTUK MENUJU KESUCIAN DEMI MERAIH RIDHO ILLAHI

 

 

 

 

Iklan

kembali seorang anak melihat air mata yang membasahi pipinya. air mata yang keluar itu, adalah antara air mata penyesalan, kesakitan, dan kebanggaan. kok bisa seperti itu…..

 

seorang ibu merasa menyesal karena selama ini telah mengabaikan perasaan anaknya dan selalu menuntut apa yang menjadi kehendaknya, tanpa melihat kemampuan sang anak. Sang anak selalu memberikan apa yang diminta oleh sang Ibu, karena ia berpikir dengan begitu, hati sang ibu akan menjadi luluh dan ia bisa mendapatkan kasih sayang yang seutuhnya dari sang ibu, karena selama ini sang anak berharap kasih sayang dari sang ibu, jadi apapun yang diminta akan dituruti, dengan cara apapun.

 

“Hal penting yang perlu kita ingat disini, ketika kita memberikan sesuatu kepada siapapun, jangan pernah mengharap suatu balasan apapun, karena terkesan kita memberikannya tidak ikhlas. lain halnya, ketika kita ikhlas dan tulus memberikan seseuatu karena TUHAN, itu jauh lebih baik dan percaya TUHAN akan membelasnya melebihi dari yang kita harapkan”

 

Dibalik kerasnya hati seorang ibu, ternyata ia tidak tahan dan seakan tidak rela ketika anaknya mendapatkan hinaan dari siapapun. hal ini terbukti, ketika sang anak mendapatkan tuduhan dari seseorang, hati ibu ini merasa tercabik dan rasanya ingin sekali membalas kan dendam kepada orang yang menuduh itu. namun hal itu tidak dilakukan, karena ia berpikir kalau membalas dendam kepada orang itu, berarti ia membenarkan tuduhan itu. dan yang dilakukan hanyalah berdoa dan terus berdoa tanpa henti, supaya anaknya selalu dilindungi dari mara bahaya dan fitnah.

 

selain itu air mata itu juga bisa diartikan sebagai rasa bangga atau haru ketika sang anak mampu mengendalikan diri dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapinya. Yang terdalam adalah, ketika anaknya mampu dan mendapatkan kasih sayang kepada dan dari seseorang. padahal konon katanya anaknya itu kurang mendapatkan kasih sayang itu. sang ibu merasa bangga, ternyata dibalik sikapnya yang keras selama ini, justru membuat anaknya memiliki rasa empati yang tinggi kepada sesama.

 

Yuks renungkan sama-sama dibalik sikap orang tua (ibu) ke kita, pasti ada sesuatu yang melatarbelakangi semuanya. Yang terpenting disini adalah, ketika ibu tidak bisa memberikan apa yang kita harapkan/berikan, lakukan hal sebaliknya, berikan apa yang ibu minta. dari sana lambat laun sekeras-kerasnya hati ibu pasti akan luluh juga melihat perjuangan anaknya untuk memberikan apa yang ibu minta.

 

 

 

 

 

Bebaskan diri dari bayang-bayang putus asa. Rangkai kata tanpa terselip aksara dusta. Goreskan kejujuran. Jujur pada tulisan. Jujur pada diri sendiri. Agar kejujuran terus menerangi hidupmu.

 

Konsep diri positif yang dimiliki seseorang merupakan kekuatan yang akan menjadikan ia seperti yang dipikirkannya. Sebaliknya keragu-raguan, rendah diri, kesalahan dalam membuat citra-diri (self image) serta kesalahan dalam perasaan diri atau harga diri (self esteem) merupakan kekuatan negatif yang seringkali hadir menghalangi langkah kesuksesan, sebab keraguan pada diri sendiri secara tidak proporsional merupakan buah dari cara merasa dan cara memahami diri yang salah. Kesalahan ini -cara berpikir dan cara merasa- ujung-ujungnya akan menarik ”dalih” yang dapat menyokong dan membangun tidak percaya pada diri sendiri secara berlebihan.

 

Kesalahan cara berpikir (negatif) akan memandu ”otak Anda yang hebat” memproduksi sesuatu yang tidak berarti, tidak menghasilkan sumbangan dan tidak memberikan apa pun yang bermanfaat. Ia hanya akan mengkubur semua nilai, keyakinan dan pengetahuan serta cita-cita yang Anda miliki. Oleh sebab itu ketahuilah ”sesungguhnya cara berpikir jauh lebih penting dari banyak intelegensi yang Anda miliki”, sebab cara berpikir yang Anda gunakan akan memandu intelegensi (kecerdasan) Anda, baik kecerdasan intelektual, dan kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual.

 

Dengan demikian yang paling penting adalah ”bukan seberapa banyak intelegensi yang Anda miliki, tetapi bagaimana caranya mengoptimalkan potensi intelegensi yang benar-benar Anda miliki”. Untuk mengoptimalkan potensi intelegensi yang Anda miliki akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara Anda berpikir, karena cara berpikir yang Anda gunakan akan memandu intelegensi yang Anda miliki.

 

Karena itu, setiap pemikiran negatif jika dipupuk dengan berulang-ulang akan berkembang menjadi monster pikiran yang riil yang dapat menghancurkan percaya diri dan melicinkan jalan pada kegagalan, sebab keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil akan berpengaruh terhadap sebagian besar kegagalan Anda. Sebaliknya, kepercayaan atau keyakinan dan cara berpikir positif akan menjadi motor dan kekuatan penggerak yang memicu keberhasilan dan menjadi salah satu faktor determinan meraih kesuksesan.Artinya, dengan keyakinan dan cara berpikir positif serta percaya pada diri sendiri maka segala hal yang baik pasti mulai terjadi.

 

Apakah yang akan menentukan seberapa besar kesuksesan Anda? Lingkungan tempat Anda dilahirkan? Keberuntungan yang menjadi bagian dari kehidupan? Kesempatan dan kekayaan yang dimiliki? Mungkin semua itu ada kaitannya. Meskipun demikian, yang lebih penting adalah nilai-nilai, keyakinan, dan pikiran Anda sendiri, sebab semua itu yang akan menyusun realitas diri Anda dan penyebab langsung tentang apa yang Anda rasakan, Anda pikirkan, dan Anda katakan serta Anda lakukan, semua itu akan menjadi kekuatan untuk berani jujur pada diri sendiri.

 

 

 

“Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

 

Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali”, kata pria itu.

 

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

 

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

 

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.”

 

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

 

Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

 

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

 

Cita-cita sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti orangtua, teman ataupun tetangga. Biasanya, lingkungan sekitar akan sangat kuat pengaruhnya terhadap masa depan Anda. Sering kali terjadi bahwa cita-cita bukanlah merupakan cita-cita pribadi, melainkan sudah terjadi dan Anda jalani saat ini.

Tidaklah mungkin mengubah secara fisik apa yang saat ini sudah terjadi. Misalnya, Anda punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Karena orangtua Anda sangat ingin punya anak seorang dokter mengarahkan Anda sudah terarah untuk menjadi dokter. Nah, ini tidak mungkin Anda ubah. Anda pasti tetap menjadi seorang dokter.
Kehidupan Anda sejatinya tidak harus terkait dengan berbagai sebutan-sebutan profesi. Tetapi penting dipahami bahwa kehidupan pribadi Anda sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang lebih prinsipil, sesuatu dari dalam diri Anda yang Anda yakini. Yaitu citra diri.

Sekarang saatnya Anda mulai membentuk citra diri lebih baik, yaitu dengan mengubah cara berpikir Anda yang lama menjadi cara berpikir baru dan memikirkan cara-cara baru dalam memandang segala hal yang ada di sekeliling Anda.

Mengubah cara berpikir bukanlah dengan agama atau kurikulum pendidikan melainkan dengan jalan mengubah diri, melakukan perjalanan ke dalam diri sendiri, memahami sepenuhnya siapa diri kita. Karena itu, mulailah untuk segera mengubah citra diri Anda. Bukan menjadi sosok yang baru, melainkan diri Anda yang sebenarnya. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

Buka kembali album foto

Dengan melihat foto-foto remaja, Anda akan menatap diri Anda yang masih terbebas dari citra negatif yang Anda dapatkan ketika dewasa. Entah itu gambar ketika Anda membantu ibu Anda memasak di dapur, berada dalam pelukan ayah atau foto ketika Anda sedang belajar main gitar di sekolah. Apapun yang Anda lakukan saat itu, itulah diri Anda yang sebenarnya.

Buat daftar prestasi

Apakah Anda pintar memasak, pernah menulis artikel di media kampus sehingga tulisan itu menjadi pembicaraan atau Anda selalu menjadi orang yang dicari ketika teman-teman Anda menghadapi kesulitan? Setiap orang memiliki kelebihan. Dan Anda mungkin sebelumnya tak menyadari kelebihan itu karena menganggapnya sudah biasa.

Ajarkan keahlian kepada orang lain

Berhentilah fokus pada diri sendiri agar Anda merasa lebih nyaman dengan diri Anda sendiri. Biarkan orang lain mengambil manfaat dari kemampuan Anda. Misalnya, bila risoles buatan Anda selalu dipuji teman-teman bawakan mereka risoles itu. Berikan resepnya pada yang meminta.

Ingatlah momen yang paling membahagiakan

Bukalah foto-foto atau catatan harian berisi pengalaman Anda yang membuat Anda merasa begitu hidup dan bersemangat. Selalu baca paragraf atau lihat kembali foto tersebut ketika Anda kehilangan motivasi.

Tuliskan sifat Anda yang paling menarik

Apa pujian orang mengenai diri Anda? Apakah senyum Anda yang selalu merekah setiap kali berpapasan dengan orang lain di kantor meskipun Anda tidak mengenalnya? Apakah sikap Anda yang selalu optimis? Ataukah sikap Anda yang tak pernah ingin menonjolkan diri? Tak semua orang memiliki prilaku semacam itu. Jadi, hargailah sisi menarik dari diri Anda.

Tuliskan sifat-sifat yang ingin Anda miliki

Misalnya, Anda selalu memandang negatif pada diri orang lain dan ingin mengubahnya? Anda yang mudah tersinggung dan ingin lebih terbuka dengan pendapat orang lain. Pikirkan secara detail, perbaikan seperti apa yang Anda inginkan.

Berikan pujian kepada orang lain

Menyadari bahwa orang lain merasa senang dan bahagia dengan pujian yang Anda berikan akan menciptakan perasaan yang lebih baik mengenai diri Anda sendiri. Sangat sedikit orang yang mau memuji orang lain. Padahal, efeknya sungguh luar biasa.

Lebih sering bergerak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan untuk tujuan kesehatan dan kebugaran kerap dikaitkan dengan peningkatan keyakinan diri dibandingkan jika Anda melakukannya untuk tujuan kecantikan. Jalan kaki, naik tangga, main bersama keponakan dan lain sebagainya terbukti efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Pernah dengar lagu ”The greatest love of all” yang dinyanyikan oleh Whitney Houston? Salah satu bait dari lagu ini mengatakan bahwa ”Belajar mencintai diri sendiri merupakan bentuk cinta yang teragung” (Learning to love yourself is the greatest love of all). Mencintai diri sendiri di sini bukan berarti kita menjadi orang yang sombong dan takabur, melainkan kita memiliki citra diri yang positif.

Mengapa citra diri positif itu penting, apa manfaat dari memiliki citra diri positif, serta kiat apa yang perlu kita terapkan untuk membentuk citra diri yang positif? Jawabannya ada di pembahasan berikut. Selamat membaca.

PENTINGNYA CITRA DIRI POSITIF
”You are what you think,” demikian kata pepatah. Jadi jika kita memiliki citra diri positif, maka kita akan mengalami berbagai macam hal positif sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Rendall Fitzgerald percaya bahwa orang yang memiliki citra positif adalah orang yang beruntung, dan orang yang beruntung akan menikmati banyak hal yang menguntungkan, antara lain:

Membangun Percaya Diri. Citra diri yang positif secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu kunci sukses. Dengan citra diri positif, Christopher ”Superman” Reeves, aktor pemeran tokoh Superman, yang menjadi lumpuh dari leher ke bawah setelah mengalami kecelakaan dalam berkuda, tidak berlama-lama menangisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra dirinya yang positif mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang masih dapat ia lakukan. Fokus pada hal-hal yang masih bisa dilakukan (bukannya pada hal-hal yang sudah tidak bisa ia lakukan lagi), berhasil mendongkrak rasa percaya diri Reeves.

Dengan rasa percaya diri tinggi ini, Reeves bertindak untuk tetap berkarya. Ia berkeliling menjadi pembicara motivasional yang memberikan semangat kepada mereka yang menderita kelumpuhan yang sama untuk tidak menyerah dan menangisi nasib, tetapi mencari hal-hal yang masih bisa dilakukan. Selain itu, Reeves juga mulai menyutradarai sebuah film tentang seorang gadis cerdas dan aktif yang mengalami kecelakaan serupa yang dialami Reeves. Gadis ini, yang memang sudah memiliki citra diri positif, masih bisa tetap berkarya bagi masyarakat sekitarnya dengan pemikiran dan ide-ide briliannya yang dituangkan dalam berbagai tindakan nyata dan hasil tulisan.

Meningkatkan Daya Juang. Dampak langsung dari citra diri positif adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri positif, percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah, ataupun penyakit yang sedang dihadapinya. Ia juga bisa melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis dan kegagalan jangka pendek yang harus dilewatinya. Seperti juga Reeves, Lance Armstrong, pebalap sepeda internasional yang menderita kanker testis tidak menyerah pada penyakit yang merongrongnya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk mengalahkan penyakit ini dan meraih kembali gelar juara dunia yang sempat ditinggalkannya selama berjuang menuju pemulihan dari sakit kanker. Usahanya tidak sia-sia, Lance Armstrong berhasil meraih kembali gelar-gelar juara dunia bergengsi satu demi satu.

MANFAAT CITRA DIRI POSITIF
Seseorang yang memiliki citra diri yang positif mendapatkan berbagai manfaat, bagi yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya.

Membawa Perubahan Positif. Orang yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Norman Monath yang diberhentikan dari pekerjaannya di sebuah penerbitan, tidak berlama-lama menangisi nasib. Ia berinisiatif mengubah kehidupannya dari titik rendah menuju puncak. Ia menghubungi beberapa relasi, teman dan kerabat yang dipercayai memiliki pengalaman berharga dalam membangun bisnis penerbitan. Ia juga tidak menunggu sampai ia memiliki uang yang cukup untuk membangun bisnis, ia menciptakan peluang untuk mendapatkan investor yang bersedia untuk mempercayakan uang mereka untuk dikelola oleh Norman Monath.

Usaha Monath pun akhirnya membuahkan hasil, ia berhasil membangun usaha penerbitannya sendiri dengan modal dana dan ide dari relasi yang berhasil diyakinkannya. Florence Nightingale, perawat yang melihat keburukan pelayanan kesehatan semasa perang, juga memiliki citra diri positif. Ia tidak pasrah saja pada keadaan kebersihan yang buruk, dan pendataan pasien yang tidak sistematis semasa perang.

Ia membuat banyak perubahan di industri rumah sakit dengan menetapkan standar kebersihan dan sistem administrasi yang teroganisasi dengan rapih, sehingga pasien yang perlu perawatan di rumah sakit bisa menikmati kualitas layanan yang prima. Perubahan yang digulirkan oleh Florence akhirnya mampu merevolusi industri kesehatan saat itu, dan banyak diikuti oleh rumah sakit di berbagai negara di seluruh dunia.

Mengubah Krisis Menjadi Keberuntungan. Selain membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra positif juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri yang positif mendorong orang untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang-orang yang bercitra diri positif kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian jangan pada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan perlu diarahkan pada jalan keluar.
Menurut Helen Keller, seringkali kita memandang pada pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat bahwa ada pintu-pintu kesempatan lain yang terbuka untuk kita.

Kita seringkali memandang dan menyesali kegagalan, krisis dan masalah yang menimpa terlalu lama, sehingga kita kehilangan harapan dan semangat untuk melihat kesempatan lain yang sudah terbuka bagi kita.

John Forbes Nash, pemenang nobel di bidang ilmu pengetahuan ekonomi dan matematika, justru merasa tertantang ketika mengalami soal matematika atau permasalahan ekonomi yang sulit. Kesulitan-kesulitan ini menurut Forbes, merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya memecahkan masalah tersebut. Kesulitan dan masalah dalam matematika dan ekonomi, mendorongnya untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan kreatif sebagai solusi bagi permasalahan tersebut.

STRATEGI MEMBANGUN CITRA DIRI POSITIF
Setelah kita menyadari pentingnya memiliki citra diri positif, dan manfaat memiliki citra diri positif, tentunya kita juga ingin tahu bagaimana membangun citra diri yang positif.

Persiapan. Salah satu kunci keberhasilan adalah citra diri positif. Salah satu cara membangun citra diri positif adalah melalui persiapan. Prinsip ini dipegang teguh oleh Arthur Ashe, mantan juara tenis internasional dari Amerika Serikat. Dengan persiapan yang cukup, kita menjadi lebih yakin akan kemampuan kita meraih sukses. Keyakinan ini merupakan modal dasar meraih keberuntungan. Dengan melakukan persiapan, kita sudah berhasil memenangkan separuh dari pertarungan. Persiapan menuntun kita untuk mengantisipasi masalah, mencari alternatif solusi, dan menyusun strategi sukses.

Tim sepak bola Korea Selatan yang beberapa tahun lalu secara mengejutkan berhasil memasuki babak bergengsi di Piala Dunia sepak bola beberapa saat yang lalu dan membukukan prestasi sebagai tim sepak bola Asia pertama yang pernah mencapai prestasi tertinggi. Walaupun akhirnya belum memenangkan pertandingan, Tim Sepak Bola Korea Selatan ini telah mampu membuat dunia berdecak.
Prestasi luar biasa dari Tim ini tidak terlepas dari persiapan yang matang yang diterapkan oleh pelatih mereka Guus Hiddink.

Jauh sebelum bertanding di Piala Dunia, tim ini sudah menjalani berbagai latihan fisik, dan pertandingan dengan tim-tim lain untuk uji coba kemampuan. Segala strategi juga dianalisis dengan teliti untuk kemudian dicari titik lemah dan titik unggul. Setelah itu titik unggul dari strategi yang satu dikombinasikan dengan titik unggul dari strategi lain untuk mendapatkan strategi yang lebih efektif. Hasilnya memang tidak mengecewakan, dengan persiapan yang tepat, dan matang, Tim Korea berhasil mengagetkan dunia dengan prestasi mereka yang gemilang.

Berpikir Unggul
Untuk membangun citra diri yang positif, kita harus berpikir unggul. Cara berpikir unggul seperti ini akan mendorong kita untuk senantiasa berusaha menghasilkan karya terbaik. Mereka tidak akan berhenti sebelum mereka dapat mempersembahkan sebuah mahakarya. Muhammad Ali, petinju asal Amerika Serikat, telah menjadi petinju legendaris dengan segudang prestasi yang membanggakan. Semua ini dapat diraih Ali karena selalu berpikir unggul. Setiap kali bertanding, yang dipikirkan oleh Ali adalah kemenangan. Ali tidak pernah berpikir kalah, tetapi selalu berpikir menang. Dengan tujuan kemenangan, Ali dan pelatih serta semua yang mendukungnya berlatih dan menyusun strategi untuk membukukan kemenangan yang sudah dipikirkan sebelumnya.

Belajar Berkelanjutan. Selain melalui persiapan yang tepat serta berpikir unggul, citra diri positif juga bisa dibangun melalui komitmen pada pembelajaran berkelanjutan. Hasil belajar akan membawa perubahan positif dengan menambah nilai bagi orang yang berhasil mendapatkan pengetahuan ataupun keterampilan baru, yang bisa dijadikannya modal untuk maju meraih sukses.

Tanpa semangat untuk senantiasa mengembangkan diri, orang yang sudah memiliki citra positif bisa saja lalu kehilangan citranya tersebut karena tidak dianggap ”unggul” lagi atau tidak dianggap mampu menambah nilai bagi masyarakat sekitar melalui karya-karya yang dihasilkannya. Jika banyak penyanyi lain hanya mampu mempertahankan prestasi dan popularitasnya untuk sesaat saja, lain dengan Iwan Fals. Penyanyi kawakan yang satu ini, sampai saat ini masih mampu mengibarkan prestasi dan popularitasnya.

Semua keberhasilan diraih oleh ”Lelaki Pilihan” ini melalui kesediaannya untuk belajar dari para musisi dan pendukung di sekitarnya. Ia juga tidak malu-malu untuk belajar dari para musisi muda, sehingga hasil pembelajarannya ini menghasilkan album kolaborasi yang berhasil meraih banyak penghargaan. Tidak heran jika Iwan Fals dijuluki sebagai penyanyi yang tidak memiliki fans tetapi memiliki ”umat” (karena fans Iwan sangat fanatik dan sangat banyak).

Ingin meraih keberuntungan? Jangan lupa membangun citra diri yang positif. Sukses untuk kita semua.