kembali seorang anak melihat air mata yang membasahi pipinya. air mata yang keluar itu, adalah antara air mata penyesalan, kesakitan, dan kebanggaan. kok bisa seperti itu…..

 

seorang ibu merasa menyesal karena selama ini telah mengabaikan perasaan anaknya dan selalu menuntut apa yang menjadi kehendaknya, tanpa melihat kemampuan sang anak. Sang anak selalu memberikan apa yang diminta oleh sang Ibu, karena ia berpikir dengan begitu, hati sang ibu akan menjadi luluh dan ia bisa mendapatkan kasih sayang yang seutuhnya dari sang ibu, karena selama ini sang anak berharap kasih sayang dari sang ibu, jadi apapun yang diminta akan dituruti, dengan cara apapun.

 

“Hal penting yang perlu kita ingat disini, ketika kita memberikan sesuatu kepada siapapun, jangan pernah mengharap suatu balasan apapun, karena terkesan kita memberikannya tidak ikhlas. lain halnya, ketika kita ikhlas dan tulus memberikan seseuatu karena TUHAN, itu jauh lebih baik dan percaya TUHAN akan membelasnya melebihi dari yang kita harapkan”

 

Dibalik kerasnya hati seorang ibu, ternyata ia tidak tahan dan seakan tidak rela ketika anaknya mendapatkan hinaan dari siapapun. hal ini terbukti, ketika sang anak mendapatkan tuduhan dari seseorang, hati ibu ini merasa tercabik dan rasanya ingin sekali membalas kan dendam kepada orang yang menuduh itu. namun hal itu tidak dilakukan, karena ia berpikir kalau membalas dendam kepada orang itu, berarti ia membenarkan tuduhan itu. dan yang dilakukan hanyalah berdoa dan terus berdoa tanpa henti, supaya anaknya selalu dilindungi dari mara bahaya dan fitnah.

 

selain itu air mata itu juga bisa diartikan sebagai rasa bangga atau haru ketika sang anak mampu mengendalikan diri dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapinya. Yang terdalam adalah, ketika anaknya mampu dan mendapatkan kasih sayang kepada dan dari seseorang. padahal konon katanya anaknya itu kurang mendapatkan kasih sayang itu. sang ibu merasa bangga, ternyata dibalik sikapnya yang keras selama ini, justru membuat anaknya memiliki rasa empati yang tinggi kepada sesama.

 

Yuks renungkan sama-sama dibalik sikap orang tua (ibu) ke kita, pasti ada sesuatu yang melatarbelakangi semuanya. Yang terpenting disini adalah, ketika ibu tidak bisa memberikan apa yang kita harapkan/berikan, lakukan hal sebaliknya, berikan apa yang ibu minta. dari sana lambat laun sekeras-kerasnya hati ibu pasti akan luluh juga melihat perjuangan anaknya untuk memberikan apa yang ibu minta.